Indonesia merupakan negara dengan sejarah yang sangat panjang. Dimulai dari era kerajaan, penjajahan hingga zaman kemerdekaan. Latar belakang inilah yang membuat negara kita memiliki banyak sekali warisan budaya, termasuk makanan.

Sebagai salah satu negara penghasil rempah terbesar di dunia, kuliner Indonesia sangat kaya dari segi rasa. Belum lagi persentuhannya dengan budaya-budaya yang datang dari luar. Interaksinya menciptakan beragam persilangan yang membuat sajian khas Nusantara semakin beragam dan tak terhingga banyaknya.

Semua provinsi dari Sabang sampai Merauke punya makanan tradisional masing-masing. Namun di antara sekian banyak pilihan yang ada, ada beberapa jenis yang sukses meraih perhatian dunia. Simak 12 jenis kuliner Indonesia yang mendunia berikut ini!

  • Rendang

Kuliner Indonesia

Rendang

Bicara kuliner Indonesia di mata dunia, nama rendang pasti akan menjadi yang pertama muncul dalam benak banyak orang. Menurut catatan Gusti Anon, seorang sejarawan dari Universitas Andalas, makanan olahan daging asal Sumatera Barat ini muncul karena kebiasaan orang-orang Minang pada abad ke-16 yang kerap bepergian melalui jalur air ke Selat Malaka sampai Singapura.

Karena memerlukan waktu tempuh yang lama dan tak ada tempat yang bisa disinggahi selama perjalanan, mereka berpikir untuk membuat makanan yang tahan lama. Dari sini, muncullah rendang. Nama rendang berasal dari kata merandang yang artinya santan yang dimasak perlahan sampai kering. Kisah inilah yang menjelaskan secara umum tentang asal mula rendang.

Ada lagi referensi yang menyebut bahwa rendang merupakan masakan yang muncul karena pengaruh para pedagang India yang datang ke tanah air dan kerap memasak kari. Banyak ahli waris kerajaan Pagaruyung yang percaya bahwa rendang merupakan bentuk lain dari kari.

Terlepas dari sejarahnya yang panjang, rendang adalah kuliner Indonesia yang sangat populer di dunia. Berdasarkan survei yang diadakan oleh CNN pada tahun 2017 lalu, rendang menempati posisi pertama sebagai makanan terenak di dunia. Rendang bahkan berhasil mengalahkan beragam kuliner populer dari berbagai negara seperti sushi dari Jepang dan tom yam dari Thailand.

  • Tempe

Kuliner Indonesia

Tempe

Tidak seperti rendang yang merupakan makanan yang siap santap, tempe hadir sebagai kekayaan kuliner Indonesia yang masih berupa bahan mentah. Makanan yang dibuat dari kedelai ini kerap disajikan dalam berbagai bentuk menu mulai dari tempe goreng sampai sayur tempe. Selain nilai gizinya yang tinggi, rasanya yang unik ternyata juga berhasil menyihir orang-orang dari luar negeri terutama Inggris.

Popularitas tempe di Inggris bermula saat William Mitchell, seorang warga negara Inggris yang jatuh cinta pada tempe saat kunjungannya ke Indonesia tahun 1995. Sekembalinya ia ke negara asalnya, ia membuat usaha tempe sendiri dan sampai sekarang laris manis dan jadi primadona.

Tidak hanya di Inggris, popularitas tempe juga sampai ke Jepang. Rustono, seorang pria Indonesia yang membangun bisnis tempe sejak tahun 1997 kini dijuluki sebagai raja tempe dengan dengan total produksi harian hingga 1 ton. Tidak hanya di Jepang, tempe buatannya juga sudah sampai ke Korea dan Meksiko.

  • Gado-gado

Kuliner Indonesia

Gado Gado

Bagi masyarakat Indonesia, gado-gado dikenal sebagai kuliner khas asal Jakarta. Popularitas gado-gado meroket saat seorang koki populer asal Inggris, Jamie Oliver memperkenalkan gado-gado melalui akun Twitternya. Berkat unggahan video yang dibuatnya, orang-orang lantas merasa penasaran dan ingin mencoba salad khas Indonesia itu.

Jika dilihat dari sejarah, olahan sayuran dengan kuah kacang yang pedas dan gurih ini tidak diketahui asal-usulnya. Beberapa sumber menyebut bahwa gado-gado adalah makanan khas orang Betawi. Ini karena pada tahun 1940-1950-an, ada sebuah lagu populer yang berjudul gado-gado Betawi. Ada juga sumber yang mengatakan bahwa gado-gado sebenarnya adalah masakan perpaduan sajian Tionghoa dengan pecel Jawa. Terlepas dari semua pendapat yang ada, bisa disimpulkan bahwa gado-gado sudah muncul sejak awal abad ke-20 dan Jakarta merupakan tempat pertama gado-gado dilahirkan.

Hingga saat ini gado-gado menjadi salah satu sajian kuliner Indonesia yang bisa ditemukan di mana saja. Banyak restoran Indonesia di dunia yang menjadikan gado-gado sebagai menu representatif yang mewakili Indonesia.

  • Nasi Goreng

Kuliner Indonesia

Nasi Goreng

Ditetapkan sebagai salah satu dari lima menu nasional, tidak ada yang bisa menolak pesona kuliner Indonesia satu ini. Meski hampir semua negara punya versi masing-masing, tapi nasi goreng khas Indonesia tetap punya pencinta sendiri di dunia. Maklumlah, dibanding resep nasi goreng dari negara lain, racikan khas Indonesia punya cita rasa yang berbeda karena bumbu kompleks yang digunakan.

Popularitas nasi goreng di mata dunia dibuktikan dengan kemenangannya dalam polling internet yang diadakan oleh CNN tahun 2011 silam. Dalam polling tersebut nasi goreng menempati posisi kedua sebagai makanan terenak di dunia, satu peringkat di bawah rendang yang juga merupakan sajian khas nusantara yang sangat populer.

Jika nasi goreng biasa hanya memanfaatkan cabai, bawang merah dan bawang putih, nasi goreng punya banyak varian lain yang dibuat dengan lebih banyak bumbu. Sebut saja nasi goreng kari, nasi goreng kampung dan nasi goreng lainnya. Tidak hanya itu, setiap daerah bahkan setiap rumah di Indonesia juga biasanya punya resep sendiri.

Selain bumbu halus yang digunakan, nasi goreng juga kerap diberi aneka topping tambahan di atasnya. Biasanya berupa kerupuk, telur, suwiran ayam hingga seafood. Selain karena kelezatannya, nasi goreng juga banyak disukai karena bisa dinikmati di mana saja. Mulai dari gerobak pinggir jalan sampai restoran mewah punya menu nasi goreng sendiri.

  • Ayam Penyet

Kuliner Indonesia

Ayam Penyet

Hampir tidak ada orang Indonesia yang tak kenal menu ayam penyet. Potongan ayam yang ditekan-tekan hingga dagingnya nyaris hancur ini sekarang menjadi makanan yang bisa ditemukan di mana saja. Bermula dari menu di Ayam Bakar Wong Solo, orang-orang Surabaya kemudian mempopulerkan dan menjualnya kembali dengan nama Ayam Bakar Surabaya.

Kelezatannya ayam penyet nyatanya tak hanya menjadikan menu ini sebagai primadona masyarakat lokal tapi juga berhasil memikat orang-orang dari negeri seberang. Sekarang bukan sesuatu yang sulit menemukan menu ayam penyet di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Kesuksesan ini juga berhasil dibuktikan oleh seorang pengusaha kuliner asal Indonesia, Edy Ongkowijaya yang sekarang telah memiliki lebih dari 28 cabang restoran ayam penyet. Restoran-restoran itu tersebar di tiga negara selain Indonesia yakni Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.

  • Soto

Kuliner Indonesia

Soto

Di Indonesia sendiri, soto punya banyak versi. Beberapa provinsi bahkan memiliki resep khas sotonya sendiri. Ada racikan soto yang mengandalkan kuah beningnya, ada juga soto yang berkuah santan dan susu. Terlepas dari keberagaman ini, soto juga meraih popularitas internasional karena berhasil didaulat oleh CNN sebagai salah satu makanan terlezat di dunia.

Ada beberapa jenis soto yang paling familier di Indonesia. Pertama soto Makassar atau coto Makassar. Sajian yang berisi campuran jeroan sapi yang direbus dengan menggunakan air beras ini biasa disajikan dengan ketupat dan kacang goreng. Selanjutnya ada soto Betawi yang kuahnya berwarna putih kekuningan karena campuran susu. Selain daging yang ada di dalamnya, soto Betawi kerap disajikan dengan taburan emping dan acar timun.

Selain soto Makassar dan soto Betawi, masih ada beragam menu soto lain. Sebut saja soto Banjar, soto Lamongan, soto Padang hingga soto Medan. Masing-masing menu soto ini memiliki ciri khas masing-masing dan tentu saja lezat.

  • Sate

Kuliner Indonesia

Sate

Sama seperti soto, sate juga merupakan salah satu jenis kuliner Indonesia yang memiliki banyak variasi di setiap daerah. Makanan yang dibuat dengan bahan baku irisan daging yang ditusuk kemudian dipanggang ini ternyata punya sejarah yang cukup menarik. Kata sate diduga berasal dari bahasa Tamil dan konon pertama kali dibuat oleh pedagang makanan jalanan di Jawa pada awal abad ke-19.

Semakin banyaknya pedagang Arab dan muslim yang datang ke Indonesia membuat sate semakin populer. Selain dibuat dengan menggunakan daging sapi, sate juga dibuat dengan daging ayam dan kambing yang banyak disukai oleh penduduk keturunan Arab.

Selain itu, ada juga teori yang menyebut bahwa sate berasal dari masakan Tionghoa. Dari Pulau Jawa, resep sate menyebar ke berbagai daerah dan melahirkan beragam jenis sate. Tidak hanya menyebar ke seluruh nusantara, sate bahkan sudah sampai ke Malaysia, Singapura dan Thailand berkat para pedagang Madura yang berjualan sate di sana.

  • Sop Buntut

Kuliner Indonesia

Sop Buntut

Salah satu bukti bahwa kekayaan rempah-rempah Indonesia adalah kunci sajian lezat kulinernya bisa dilihat pada racikan sop buntut. Makanan yang diolah dari ekor sapi ini dibuat dengan proses masak yang sangat panjang. Selain itu, bumbu-bumbu yang digunakan pun sangat beragam. Tidak heran jika kelezatannya membuat menu ini sangat digemari, tidak hanya oleh masyarakat lokal tapi juga mancanegara. Salah satu buktinya adalah ketika makanan ini disajikan di Kedutaan Besar Indonesia di Spanyol dan langsung menjadi favorit.

Sejarah sop buntut di Indonesia juga tergolong unik. Mulai dikenal pada tahun 1970-an, sop buntut disajikan sebagai salah satu menu andalan oleh Hotel Borobudur di Jakarta. Memanfaatkan booming-nya, langkah yang diambil oleh pihak hotel ini ternyata tidak serta merta sukses. Pasalnya, para tamu mereka lebih menyukai cita rasa sop buntut yang dijual oleh pedagang kaki lima.

Secara pasti tidak ada yang tahu kapan tepatnya kapan dan dari mana menu ini berasal. Namun ada dugaan bahwa sop buntut yang kita kenal sekarang merupakan versi lain dari salah satu masakan Eropa yang dibawa ke Indonesia. Bedanya, resepnya telah disesuaikan dengan lidah lokal agar lebih bisa diterima.

  • Bakso

Kuliner Indonesia

Bakso

Di Indonesia, bakso bisa dibilang sebagai kuliner sejuta umat. Pasalnya, hampir tidak ada kota di Indonesia yang tidak punya penjual bakso. Bola-bola daging yang disajikan bersama mi, kuah dan sayur-sayuran ini bisa ditemukan di mana saja. Mulai dari gerobak keliling, pedagang kaki lima hingga restoran besar.

Bakso sendiri konon berasal dari masakan khas Tiongkok yang resepnya dibawa oleh pedagang yang masuk ke Indonesia. Ini tampak pada nama bakso yang ternyata tidak berasal dari bahasa Indonesia melainkan dari bahasa Hokkien yakni ‘bak’ yang berarti babu dan ‘so’ yang berarti makanan. Bisa diartikan bahwa bakso adalah makanan dengan bahan dasar daging babi.

Karena di Indonesia penduduknya mayoritas Islam, resep bakso pun mulai dimodifikasi. Ada yang menggunakan daging sapi, daging ayam hingga udang dan ikan. Cara penyajiannya pun beragam. Ada bakso Malang yang dihidangkan bersama pangsit goreng dan ada juga yang disajikan tanpa kuah atau yang dikenal dengan sebutan bakso mi yamin.

Meski berakar dari budaya Cina, namun popularitas bakso di Indonesia dan dunia tidak perlu diragukan. Para wisatawan asing yang berkunjung masih kerap menjadikan bakso sebagai kuliner Indonesia yang wajib dicicipi saat berlibur ke sini.

  • Gudeg

Kuliner Indonesia

Gudeg

Olahan dari nangka muda yang disajikan bersama lauk pelengkap lain ini dikenal sebagai kuliner khas Yogyakarta. Meski begitu, gudeg kini sedang menjajaki langkah menjadi salah satu makanan khas Indonesia yang berhasil menarik perhatian dunia.

Popularitas gudeg sebagai salah satu kuliner Indonesia yang mendunia ini terbukti pada tahun 2015 silam. Waktu itu ada gelaran World Street Food Congress (WSFC) yang digelar di Singapura. Acara yang melibatkan 32 negara itu menjadi ajang pembuktian bagi gudeg untuk menjadi salah satu kuliner yang merepresentasikan Indonesia.

Selama lima hari penyelenggaraan, Gudeg Yu Nap yang mewakili Indonesia saat itu berhasil menjual hampir 3.000 porsi gudeg. Sambutan hangat internasional ini tentu saja membuktikan bahwa cita rasa gudeg ternyata juga bisa dinikmati orang-orang dari berbagai belahan dunia. Prestasi ini sekaligus mencatatkan Indonesia sebagai peserta dengan penjualan paling laris di ASEAN.

Upaya lain untuk membawa gudeg lebih dikenal di dunia juga dilakukan oleh para penjual gudeg yang berada di Jalan Wijilan, Kota Yogyakarta. Untuk mengembangkan potensi sekaligus menjawab permintaan pasar internasional akan gudeg dilakukan dengan cara membuat gudeg kalengan. Gudeg yang diproduksi khusus tersebut konon bisa bertahan hingga 2 tahun tanpa mengalami perubahan rasa, aroma maupun warna.

  • Sayur Lodeh

Kuliner Indonesia

Sayur Lodeh

Siapa yang tak kenal sayur lodeh? Sayur dengan santan putih yang dimasak dengan aneka isian sayuran ini ternyata juga memiliki penggemar internasional yang tidak kalah banyaknya. Ini bisa Anda buktikan jika berkunjung ke Hamburg, Jerman. Di sana ada sebuah restoran khas Indonesia yang menjual menu sayur lodeh. Uniknya, tidak hanya dicari-cari oleh orang Indonesia yang tinggal di sana, sayur lodeh juga digemari oleh penduduk setempat.

Sama seperti kebanyakan resep kuliner Indonesia, tidak ada yang tahu pasti dari mana sayur lodeh berasal. Namun dari salah satu sumber sejarah disebutkan bahwa sayur lodeh berasal dari budaya Betawi. Saat itu konon sedang terjadi perang yang membuat pasukan di Batavia kehabisan makanan. Juru masak kemudian membuat sayur dengan mencampur beragam bahan yang tersisa dan di sinilah lahir sayur lodeh dengan beragam isian di dalamnya.

  • Mi Goreng

Kuliner Indonesia

Mi Goreng

Seperti halnya nasi goreng, mi goreng juga merupakan resep yang ada di berbagai negara di belahan dunia. Meski begitu, soal rasa mi goreng Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Variasi bumbu ditambah aneka pilihan mi dan campuran di dalamnya membuat mi goreng jadi salah satu pilihan kuliner Indonesia yang kerap diburu oleh wisatawan mancanegara. Bagi masyarakat Indonesia, mi goreng adalah makanan yang bisa ditemukan hampir di semua tempat mulai dari warung pinggir jalan hingga restoran mewah.

Kuliner Indonesia adalah sebuah identitas sekaligus kebanggan bagi kita. Dapatkan informasi lain tentang makanan dan tempat-tempat wisata lainnya hanya di RCK Trip!