Sumatera Utara tak hanya menawarkan panorama yang memukau, tapi juga kuliner yang siap menggoyang lidah Rck Lovers, salah satunya adalah wisata kuliner di Berastagi. Aneka ragam kulinernya cocok dijadikan teman untuk menikmati kesejukan udara di Berastagi. Tak ayal, liburanmu akan lebih seru dan stres pun bisa berkurang.

Bagi sebagian orang, wisata kuliner adalah cara ampuh untuk mengurangi kepenatan pikiran. Cita rasa yang khas dari suatu daerah meninggalkan kesan tersendiri selama liburan. Begitupun dengan 7 makanan khas dari Berastagi berikut ini.

Ayam Cipera

Wisata kuliner halal Berastagi yang pertama adalah ayam cipera. Makanan yang satu ini menggunakan ayam kampung sebagai bahan dasarnya. Selain itu, ada tepung jagung yang diolah jadi kuah kental untuk menambah kelezatan ayam cipera. Perpaduan pedas, manis, dan bumbu-bumbu pendukungnya siap bikin lidah bergoyang.

Babi Panggang Karo

Dari namanya pasti sudah tahu kan bahan dasar yang dipakai? Yaps, makanan ini adalah olahan babi panggang khas Berastagi. Daging babi diolah dengan cara diasapi dan diberi bumbu-bumbu untuk menambah cita rasanya.

Biasanya, olahan ini disajikan dengan sambal khas yang terbuat dari darah babi yang sudah diberi bumbu. Meski sekilas terlihat nikmat, tapi olahan khas Berasetagi ini nggak dianjurkan untuk Rck Lovers yang beragama Islam, ya.

Cimpa

Kuliner khas Berastagi ini sering kali dijumpai pada acara adat Karo, khususnya saat pesta tahunan. Cimpa sendiri adalah lepet khas Berastagi yang terbuat dari beras ketan dan gula merah. Selain itu, ada parutan kelapa yang diolah dan dijadikan isian cimpa. Rasa manis dan lumeran gula merahnya bikin cimpa lebih nikmat. Nggak cukup deh kalau cuman nyicipin satu.

Tasak Telu

Penasaran dengan yang disebut tasak telu? Makanan ini terbuat dari darah ayam, daun singkong, dan parutan kelapa yang dicampur jadi satu. Sama seperti cimpa, tasak telu juga sering dijumpai pada acara-acara adat Karo. Biasanya, kuah tasak telu juga menggunakan air rebusan daging ayam untuk menambah cita rasanya. Sayangnya, kuliner yang satu ini juga nggak recommended buat muslim.

Kidu-kidu

Jangan ngaku pecinta kuliner ekstrem kalau belum mencoba wisata kuliner favorit Berastagi yang satu ini. Kidu-kidu mungkin terlihat menjijikkan buat sebagian orang, karena bahan dasarnya adalah ulat sagu. Eits, jangan khawatir, karena ulat sagu ini sudah dibersihkan sebelum diolah, ya.

Untuk membuat kidu-kidu, ulat sagu akan dicampur dengan bumbu-bumbu khas setempat. Biasanya, makanan ini disajikan dengan cara digoreng maupun masakan berkuah. Meskipun terlihat ekstrem, tapi ulat sagu ini kaya nutrisi, lho.

Lomok-lomok

Selanjutnya, ada lomok-lomok, makanan khas Berastagi yang terbuat dari daging babi dan darahnya. Lomok-lomok jadi salah satu makanan favorit suku Karo karena cita rasanya yang lezat. Daging babi dan darahnya akan dicampur dengan rempah-rempah yang bisa bikin Rck Lovers ngiler. Wisata kuliner khas Berastagi ini akan lebih enak kalau disantap dengan nasi panas.

Pagit-pagit

Berastagi punya kuliner yang khas dan nggak akan ditemui di daerah lain, seperti halnya pagit-pagit. Makanan yang satu ini juga cocok untuk para pecinta kuliner ekstrem. Asal tahu saja, pagit-pagit terbuat dari isi perut sapi, tapi yang belum berbentuk feses, ya. Membuat pagit-pagit nggak boleh sembarangan, lho. Ada teknik tersendiri agar pagit-pagit tidak berbau.

Kira-kira, kuliner mana nih yang ingin Rck Lovers coba?

Oh ya, info lain terkait informasi wisata dan kuliner dalam dan luar negeri, jangan lupa untuk mampir atau menghubungi RCKTrip.com, ya!