Pernahkah Anda mendengar nama Prancis, Jerman, Inggris, Italia, Rusia, dan Austria? Ya, negara-negara ini termasuk ke dalam benua Eropa. Benua Eropa merupakan sebuah wilayah yang didiami oleh 63 negara. Wilayah seluas 10,18 juta km2 ini dinyatakan sebagai benua terkecil kedua setelah Australia. Meskipun begitu, Eropa mempunyai sejarah kebudayaan dan ekonomi yang sangat panjang.

Hal ini ditunjukkan oleh keunikan-keunikan yang dimiliki setiap tempat wisata di Eropa. Mulai dari menara, jembatan, gereja, katedral, hingga istana. Tak hanya dari sisi peradaban, pesona lanskap alam dari benua ini juga tak dapat diragukan lagi keindahannya. Sebut saja pegunungan, sungai, danau, perbukitan, laut, dan air terjun. Tentunya, semua itu membuat Eropa menjadi destinasi liburan yang tak boleh dilewatkan.

Bingung memilih tujuan perjalanan yang hendak dikunjungi? Berikut ini kami rekomendasikan 10 destinasi wisata paling hits di Eropa beserta ulasannya.

 

  1. Arc de Triomphe

Tempat Wisata di Eropa

Museum Arc de Triomphe

Prancis mempunyai segudang tempat wisata yang terkenal. Salah satunya adalah Arc de triomphe de l’Étoile atau yang dikenal sebagai Arc de Triomphe. Secara harfiah, nama bangunan ini memiliki arti “busur kemenangan”. Pembangunan Arc de Triomphe ditujukan untuk menghormati jasa La Grande Armée, yakni para prajurit Napoleon Bonaparte yang menang dalam pertempuran pada tanggal 2 Desember 1805 di Austerlitz.

Arc de Triomphe memiliki tinggi 50 meter, lebar 45 meter, dan kedalaman 22 meter. Bangunan bersejarah ini mengusung arsitektur bergaya neoklasisme, serta dirancang oleh Jean Chalgrin dan Louis-Étienne Héricart de Thury. Dinding setiap pilar dihiasi dengan nama para jenderal dari pasukan Napoleon Bonaparte yang gugur dalam perang. Tempat wisata di Eropa ini juga mempunyai 6 relief, 21 ukiran mawar di atap, dan 4 kelompok utama pahatan patung.

Arc de Triomphe mulai dibangun pada 15 Agustus 1806 dan dirampungkan pada 29 Juli 1839. Pelengkung ini terletak di ujung barat kawasan Champ-Élysées dan berada di tengah-tengah persimpangan jalan yang ramai. Anda bisa mencapai puncak Arc de Triomphe dengan menaiki elevator. Terdapat sebuah museum kecil di atasnya yang berisi sejarah pembangunan Arc de Triomphe. Tak hanya itu, ada teras di bagian paling atas yang cocok sebagai tempat untuk melihat-lihat panorama kota Paris.

 

  1. Colosseum

Tempat Wisata di Eropa

Colosseum

Siapa yang tak mengenal Colosseum di Roma, Italia? Bangunan ini ialah peninggalan sejarah berupa arena gladiator yang dibangun pada masa pemerintahan Vespasian, tepatnya tahun 72 M. Namanya diambil dari sebuah patung setinggi 40 m bernama Colossus yang diumpamakan sebagai Sol, dewa matahari dalam kebudayaan Romawi. Arena pertunjukan berbentuk elips ini dapat memuat hingga 50.000 orang penonton. Colosseum juga dikenal sebagai Amfiteater Flavian.

Ukurannya terbilang besar, yakni dengan panjang 188 m, lebar 156 m, tinggi 48 m, serta luas sekitar 2,5 hektare. Arena Colosseum terbuat dari kayu dengan ukuran 86 m x 54 m dan permukaannya tertutup pasir. Tempat duduk penonton terbagi menjadi beberapa tingkatan yang dahulunya ditujukan untuk membedakan status sosial dalam masyarakat Romawi. Sampai saat ini, Colosseum masih disebut-sebut sebagai hasil karya yang luar biasa.

Bangunan bersejarah ini juga termasuk salah satu tempat wisata di Eropa yang populer dan selalu dipenuhi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Sebaiknya datanglah dengan pemandu wisata agar bisa mempersingkat waktu antrean. Cara termudah untuk mencapai Colosseum adalah dengan menggunakan metro. Namun, apabila sudah memesan penginapan di tengah kota, tak ada salahnya untuk menuju ke sana dengan berjalan kaki.

 

  1. Kastel Neuschwanstein

Tempat Wisata di Eropa

castle neuschwanstein

Ingin mencari tempat wisata di Eropa yang menyuguhkan suasana ala negeri dongeng? Cobalah berkunjung ke Kastel Neuschwanstein. Kastel ini dibangun oleh Ludwig II pada tanggal 5 September 1869 dan didedikasikan untuk Richard Wagner, seorang komposer yang juga menjadi teman dekatnya. Oleh karena itu, banyak lukisan bertema abad pertengahan di dalam kastel yang terinspirasi dari opera karya Wagner.

Kastel Neuschwanstein berlokasi di puncak pegunungan, tepatnya di atas Desa Schwangau, dekat Füssen, sebelah barat daya Bayern, Jerman. Secara harfiah, nama kastel ini berarti “New Swan Stone” yang didasarkan dari karakter Kesatria Angsa dalam opera Wagner.

Meskipun tampak seperti kastel kuno dalam dongeng, Neuschwanstein ternyata dibangun menggunakan teknologi terkini pada masanya. Terdapat penghangat ruangan, air panas dan air dingin di dapur, air mengalir di setiap lantai, dan toilet dengan sistem penyiraman otomatis. Raja Ludwig II juga memakai sistem bel listrik untuk memanggil para pelayan dan ajudannya. Adapun telepon di lantai 3 dan 4, serta elevator.

Sayangnya, pengunjung dilarang memotret atau merekam bagian dalam kastel. Anda juga harus membayar tiket untuk masuk ke Neuschwanstein. Namun, apabila hanya berkeliling di halaman kastel, tidak perlu mengeluarkan biaya untuk tiket. Sangat direkomendasikan untuk datang pada musim semi atau musim gugur. Jika ingin melihat kemegahan kastel yang tertutup salju, tak ada salahnya untuk bertandang ketika musim dingin berlangsung.

 

  1. Tower Bridge

Tempat Wisata di Eropa

Tower Bridge

Tower Bridge atau Jembatan Menara merupakan sebuah jembatan yang membentang di atas Sungai Thames. Jembatan yang menjadi salah satu ikon kota London ini memerlukan waktu pembangunan selama 8 tahun, tepatnya mulai tahun 1886 hingga selesai pada tanggal 30 Juni 1894. Jembatan ini didesain oleh arsitek Horace Jones dan Wolfe Barry, serta membutuhkan 5 kontraktor dan 432 pekerja konstruksi.

Tower Bridge memiliki panjang jembatan mencapai 244 m dan menara yang masing-masing memiliki tinggi 65 meter. Uniknya, Tower Bridge menggabungkan dua desain, yakni jembatan angkat dan gantung. Jembatan bawahnya dapat diangkat hingga 86 derajat. Setidaknya, jembatan ini akan membuka dan menutup sebanyak 1.000 kali setiap tahunnya atau rata-rata 3 kali setiap hari. Bagi kapal-kapal yang hendak melintasi bawah jembatan, diharuskan untuk memberitahu petugas sehari sebelumnya.

Anda bisa mempelajari sejarah dari Era Victoria sampai masa kini. Rasakan nostalgia saat melihat mesin penggerak jembatan pada masa lampau di Victorian Engine Rooms. Tak hanya itu, terdapat lantai kaca yang menyuguhkan pemandangan dari atas jembatan, tepatnya 42 meter dari permukaan Sungai Thames. Nikmati panorama ibu kota London dan beberapa tempat wisata populer seperti Katedral Santo Paulus, London Eye, dan Canary Wharf.

 

  1. Keukenhof

Tempat Wisata di Eropa

Keukenhof

Cari tempat wisata di Eropa Barat? Yuk, pergi ke Keukenhof di Lisse, Belanda. Destinasi ini merupakan taman bunga terbesar di dunia yang setiap tahunnya ditanami tujuh juta kuntum bunga. Dari jumlah tersebut, terdapat 800 varietas bunga tulip, yakni bunga nasional Belanda. Keukenhof dibangun pada tahun 1949 dalam rangka membuat pameran bunga untuk para penanam bunga lokal maupun dari seluruh penjuru Eropa.

Keukenhof hanya dibuka pada musim semi setiap tahunnya, yaitu pada pertengahan bulan Maret hingga pertengahan bulan Mei. Sangat disarankan untuk mengunjungi taman ini pada bulan April ketika udara sudah mulai menghangat. Keukenhof menyediakan tur keliling taman menggunakan perahu. Jadi, penyandang disabilitas tetap bisa menikmati keelokan taman bunga ini. Pengunjung pun dapat menyewa sepeda untuk menelusuri setiap sudut Keukenhof.

Taman seluas 32 hektare ini tak hanya menyajikan hamparan bunga yang spektakuler, tetapi juga kesenian unik dan acara-acara seru. Anak-anak dapat berburu harta karun, menjelajah labirin, berkebun, dan bermain berbagai wahana. Jangan lewatkan kisah bunga tulip dalam Tulpomania di Paviliun Juliana! Anda akan disuguhkan fakta-fakta unik seputar tulip, pelajaran tentang budidaya tulip, dan tips bercocok tanam dari para profesional.

 

  1. Vienna State Opera

Tempat Wisata di Eropa

Vienna State Opera

Pencinta musik klasik wajib bertandang ke Vienna State Opera di kota Wina, Austria. Salah satu tempat wisata di Eropa yang hits ini telah berdiri sejak pertengahan abad ke-19, tepatnya pada 25 Mei 1869. Vienna State Opera juga dikenal dengan nama Wiener Staatsoper dan termasuk opera ternama di dunia. Gedung opera ini dapat memuat hingga 2.200 penonton yang terdiri dari 1.709 kursi dan 567 tempat berdiri. Vienna State Opera dirancang oleh August Sicard von Sicardsburg dan Eduard van der Nüll, serta dibangun oleh Josef Hlávka.

Tak hanya sebagai gedung opera, Vienna State Opera juga merupakan sebuah perusahaan opera. Vienna Philharmonic, salah satu orkestra terbaik di dunia, merekrut anggotanya dari Vienna State Opera. Gedung opera ini termasuk yang paling sibuk di dunia karena memproduksi 50 hingga 60 pertunjukan opera dalam sistem repertoar per tahun. Selain itu, terdapat setidaknya 10 produksi balet dari 350 pertunjukan.

Nikmati suasana berbeda di Vienna State Opera yang mengusung gaya arsitektur Kebangkitan Renaisans. Anda bisa memesan tiket pertunjukan secara online dan memilih kursi, bahkan 2 bulan sebelum acara dimulai. Jika ingin mendapatkan harga yang lebih murah, Anda dapat membeli tiket dan memesan tempat berdiri. Tidak ingin menonton opera? Jelajahi bagian-bagian gedung opera atau saksikan sejarah Wina mulai dari abad ke-19 hingga abad ke-20.

 

  1. Grand Place

Tempat Wisata di Eropa

Grand Place

Tempat wisata di Eropa selanjutnya adalah Grand Place di kota Brussel, Belgia. Tempat yang memiliki nama lain Grote Markt ini merupakan alun-alun utama kota seluas 68 m x 110 m. Grand Place ditetapkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1998. Plaza ini dikelilingi oleh balai-balai kongsi, Balai Kota Brussel, dan Rumah Roti. Selain menjadi destinasi wisata paling penting di Brussel, Grand Place juga disebut-sebut sebagai salah satu plaza terindah di Eropa.

Nikmati kemewahan dan estetika yang berasal dari perpaduan gaya arsitektur era Barok, Gotik, dan Louis XIV. Temukan pula seniman jalanan yang menampilkan pertunjukan seni, melukis, atau grafiti di setiap sudut plaza. Anda dapat menyelisik koleksi buku dan mendengarkan musik klasik melalui piringan hitam di toko-toko lokal. Ingin menikmati kuliner khas Belgia maupun internasional? Intip menu-menu di berbagai restoran dan kafe yang ada di sekitar Grand Place.

Kawasan ini selalu dipenuhi wisatawan sepanjang hari, baik anak-anak sekolah maupun para pelancong. Grand Place mengadakan beberapa festival budaya yang sayang untuk dilewatkan. Terdapat festival Karpet Bunga yang menyuguhkan hamparan bunga begonia seluas 77 m x 24 m dan diadakan 2 tahun sekali pada pertengahan Agustus. Adapun Ommegang, yaitu acara tahunan untuk mengenang kedatangan Kaisar Charles V dan putranya, Raja Philip II pada tahun 1549 di Brussel.

 

  1. Taman Güell

Tempat Wisata di Eropa

Taman Guell

Mau jalan-jalan ke Barcelona, Catalonia, Spanyol? Jangan lupa mampir ke Taman Güell, salah satu taman umum terbaik di dunia. Taman ini dirancang oleh arsitek ternama, Antoni Gaudi. Ia merencanakan pembangunan taman mulai tahun 1900 hingga 1914 untuk seorang pengusaha Spanyol bernama Eusebi Güell i Bacigalupi. Awalnya, Taman Güell ditujukan sebagai taman penduduk untuk 60 keluarga. Namun, proyeknya gagal dan menjadi milik kota pada tahun 1923.

Walaupun tak dirampungkan, taman ini tetap dianggap sebagai karya Gaudi yang paling unik dan berwarna. Terdapat rumah-rumah yang didekorasi dengan gaya naturalis. Belum lagi, area sekitarnya dikelilingi pohon palem dan dinding-dinding berhiaskan batu puing beraneka warna. Uniknya, tidak ada garis lurus dalam arsitekturnya yang menggambarkan kesan alam yang cenderung abstrak. Salah satu spot yang digemari pengunjung adalah patung salamander di pintu masuk taman.

 

  1. Red Square

Tempat Wisata di Eropa

Red Square

Berikutnya, ada tempat wisata di Eropa yang bernama Red Square atau Lapangan Merah. Plaza ini berlokasi di sebelah timur Kremlin, kota Moskwa, Rusia. Nama Red Square tidak berhubungan dengan susunan batu bata merah di sekitarnya, tetapi berasal dari kata krasnaya dalam bahasa Rusia yang artinya “merah” dan “indah”. Alun-alun kota ini termasuk yang terbesar di Rusia, yaitu memiliki luas 7 hektare.

Red Square menjadi simbol politik, agama, sejarah, dan ekonomi dari kota Moskwa. Beberapa bangunan populer yang ada di sekeliling lapangan, yakni Katedral Santo Basil, Makam Lenin, State Historical Museum, dan Kremlin. Red Square sering dijadikan sebagai lokasi penyelenggaraan acara-acara penting, seperti parade kemenangan, pidato pemimpin negara, dan festival budaya tahunan.

 

  1. Danau Plitvice

Tempat Wisata di Eropa

Danau Plitvice

Bosan dengan wisata bersejarah? Mari bertandang ke tempat wisata di Eropa yang menyuguhkan lanskap alam memukau, yakni Danau Plitvice. Danau ini merupakan sebuah taman nasional yang terletak di Kroasia. Sejak didirikan pada tahun 1949, kelestarian alam dari taman nasional ini masih terjaga. Danau Plitvice terdiri atas 16 danau yang berundak satu sama lain dan seakan tergabung dalam radius 8 km. Danau terendah mempunyai ketinggian sekitar 502 m, sedangkan danau tertinggi sekitar 636 m.

Danau Plitvice termasuk salah satu situs warisan budaya dunia yang terbilang sangat ramai. Setidaknya, ada sekitar 1,2 juta orang yang berkunjung kemari setiap tahunnya. Paduan warna hijau tumbuhan dan warna toska dari air danaunya mampu membuat pikiran menjadi segar kembali. Selain itu, Anda dapat menyaksikan keindahan Air Terjun Galovački di danau teratas. Kelilingi kawasan ini menggunakan perahu, bus, feri, atau berjalan kaki. Jangan lupa membawa sepatu, jas hujan, tabir surya, dan air minum, ya!

 

Itulah 10 pilihan tempat wisata di Eropa paling hits yang cocok dijadikan sebagai tujuan liburan Anda selanjutnya. Tidak sabar untuk segera berlibur? Tahan dulu. RCK Trip punya beberapa tips wisata untuk Anda. Pertama, persiapkan segala keperluan sebelum keberangkatan. Contohnya, merencanakan transportasi yang akan digunakan, memilih akomodasi penginapan, membeli tiket masuk ke tempat wisata, dan menyiapkan biaya konsumsi.

Selain itu, pelajari kalimat-kalimat dasar dalam bahasa setempat agar memudahkan komunikasi selama berada di negara yang Anda kunjungi. Manfaatkan pula fasilitas yang disediakan di setiap tempat, misalnya city card dan koneksi internet gratis. Kemudian, jangan lupa perhatikan perbedaan mata uang di tiap negara.

Yuk, cek RCK Trip untuk memperoleh informasi seputar perjalanan! Selamat berlibur ke Eropa!