RCK Lovers, apakah kamu punya mimpi berlibur ke Korea Selatan? Jika iya, sebelum mewujudkan mimpi kamu, ada baiknya kamu memilih destinasi mana yang cocok untuk disinggahi. Memasukkan Kampung Hanok Bukchon dalam bucket list kamu adalah wajib hukumnya.

Pasalnya, destinasi wisata ini menghadirkan suasana Korea Selatan masa lampau yang sangat memikat. Mari simak lebih lanjut informasinya lewat artikel berikut.

Daya Tarik Hanok Bukchon Village

Hanok Bukchon Village

Kampung Hanok Bukchon Seoul secara harfiah diterjemahkan menjadi “desa utara” karena terletak di utara pusat bersejarah Seoul. Letaknya strategis di antara Istana Gyeongbokgung dan Istana Changdeokgung.

Desa ini merupakan tempat tinggal para pejabat dinasti Joseon dan bangsawan kaya ratusan tahun yang lalu. Sekitar 900 rumah berarsitektur kawasan ini masih mempertahankan keindahan aslinya meski zaman terus berubah.

Tidak ada tempat yang lebih baik bagi kamu untuk mempelajari kisah sejarah panjang dan warna-warna berani dari budaya tradisional negeri Ginseng selain kawasan ini.

Di sini, kamu bisa merasakan kembali perjalanan ke masa lalu dan mengenakan pakaian Hanbok seperti Bangsawan Joseon sejati. Hanbok adalah pakaian tradisional yang dikenakan lebih dari 100 tahun yang lalu sebelum pendudukan Jepang.

Menariknya, pakaian ini bisa kamu sewa per jamnya untuk berfoto keliling desa. Jika kamu tertarik dengan warisan dan gaya Korea, menyewa Hanbok dan mengunjungi desa kuno Seoul adalah ide yang bagus.

Cara Menuju Hanok Bukchon

Hanok Korea

Untuk sampai ke lokasi ini, ini rute yang bisa kamu tempuh:

  1. kamu bisa berangkat Seoul Subway Jalur 3 dan kemudian menuju ke Stasiun Anguk.
  2. Dari sana, lanjutkan ke Pintu Keluar 2 dan berjalan sekitar 11 menit untuk sampai di desa.

Kalau kamu menuju kawasan ini dari Istana Gyeongbokgung, cara termudah adalah dengan berjalan kaki. Berikut panduannya:

  1. Untuk berjalan kaki dari Istana Gyeongbokgung menuju Desa Bukchon, langkah pertama adalah keluar dari istana melalui gerbang utamanya di sisi utara, yang disebut Gerbang Gwanghwamun.
  2. Dari sana, belok kiri dan berjalan menuju persimpangan dengan Sejong-daero Boulevard.
  3. Selanjutnya, belok kanan dan ikuti jalan sekitar 300 meter hingga kamu mencapai pintu masuk kawasan di sebelah kiri kamu.
  4. Begitu memasuki desa, kamu bisa menjelajahi rumah-rumah tradisional dan gang-gang sambil menikmati suasana uniknya.

Perjalanan ini memang memakan waktu sekitar 15-20 menit, tapi menjadi cara terbaik untuk merasakan kekayaan sejarah dan budaya Seoul.

Waktu Terbaik Berkunjung ke Kampung Hanok Bukchon

 

Kampung Hanok Bukchon

Musim semi atau musim gugur adalah waktu terbaik untuk mengunjungi Seoul dan Hanok Korea pada khususnya. Waktu terbaik mengunjunginya adalah pukul 10.00 pagi atau pukul 17.00 sore. Selama periode waktu ini, kamu bisa mengabadikan atraksi dengan indah.

Masuk ke tempat ini gratis. Yang perlu kamu tahu, bahwa desa ini tutup setiap Hari Minggu.

Jika kamu ingin berkeliling desa dengan mengenakan pakaian khas, maka kamu harus menyewa dengan harga yang bervariasi.

Jika tersesat, jangan khawatir karena ada pembantu wisatawan di sekitar. Mereka biasanya berdiri di dekat sudut rumah, mengenakan pakaian tradisional. Kamu bisa meminta bantuan dari mereka karena mereka dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Nah, apakah kamu ingin merasakan suasana Korea Selatan masa lampau di Kampung Hanok Bukchon? Segera pesan tiket perjalanan kamu sekarang juga.